Batik Unik Brontokusuman Di Ekspor!
Batik Unik Brontokusuman Di Ekspor!

Batik Unik Brontokusuman Di Ekspor!

banner
YOGYAKARTA: Siapa sangka karya ibu rumah tangga yang merupakan warga Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta sukses menembus pasar ekspor.

Bahkan dikatakan produk kain motif ecoprint buatan mereka telah masuk dan diminati oleh pasar internasional.

Di antaranya Malaysia, Singapura bahkan Amerika hingga Australia.

Kelompok ibu rumah tangga yang berfokus dibidang fashion dan craft ini menamai produknya dengan merk Eco.J.

Artinya Ecoprint Jogja. Kelompok ini memang fokus membuat produk unggulan seni olah kain dengan teknik ecoprint.

Kesuksesan kelompok ini tak terlepas dari andil salah satu lembaga filantropi di Indonesia yakni Rumah Zakat. Berkat pemeberdayaan melalui program Desa Berdaya, kelompok usaha ibu-ibu ini kian produktif dan mampu menghasilkan nilai ekonomis.

Cindra Reni salah satu anggota kelompok menuturkan hadirnya program pemberdayaan kepada ibu rumah tangga sejak 2017 lalu ini sangat dirasakan manfaatnya bagi dirinya dan ibu sekitar.

“Dari tadinya yang hanya ibu rumah tangga, nggak ngapa-ngapain kalau pagi sekarang bisa ada aktivitas apalagi aktivitasnya ini menghasilkan,” katanya, Kamis (12/9).

Keberhasilan kelompok usaha ini tak terlepas dari usaha dan kerja keras anggotanya. Hingga beragam dukungan mengalir seperti pihak pemerintah desa, kementerian hingga lembaga swasta mendorong usaha dan kerja keras mereka.

Produknya sukses merangsek ke pasar ekspor berkat dorongan melalui pameran dan workshop. Langkah ini dinilai efektif sebagai upaya pengenalan serta penetrasi pasar. Hingga buyer luar negeri tertarik membawa dan memborong kain motif ecoprint ini.

Selain itu program workshop yang diberikan pun menambah wawasan anggota kelompok usaha untuk menciptakan produk dengan beragam corak, model yang berbeda dan khas.

Sejak bergabung pastinya ekonominya jadi terbantu dan bisa meningkat, bisa membantu suami mencari nafkah, syukur bisa menabung juga, saya kadang masih nggak nyangka kalau bisa berpenghasilan dari sini,” tambahnya.

Indra Suryanto Fasilitator Desa Berdaya Brontokusuman mengatakan saat ini setidaknya ada 18 anggota yang tergabung dalam kelompok usaha yang kini telah menjadi Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMAS) ini. Sehingga namanya pun ikut berubah menjadi BUMMAS Kube Eco.J.

“BUMMAS Kube Eco.J ini merupakan satu-satunya kelompok pengrajin kain ecoprint yang menonjolkan karakteristik dan pemberdayaan berbasis potensi lokal karena selain memproduksi kain ecoprint, mereka juga memanfaatkan potensi ini menjadi destinasi wisata,” katanya saat ditemui di lokasi produksinya.

Saat ini, mereka tak hanya berfokus produksi saja namun juga membuka workshop bagi masyarakat umum yang ingin belajar tentang proses pembuatan kain motif ecoprint.

Hadirnya workshop ini rupanya juga menjadi manfaat bagi kelompok ini, daya tarik wisatawannya cukup tinggi.

Kesuksesan BUMMAS Kube Eco.J ini terbukti telah mampu membuat masyarakat semakin mandiri dan berdaya.

“Keuntungannya bisa sampai puluhan juta. Dari hasil ini dibagikan ke semua anggota kelompok dan sebagian untuk modal lagi. Dari hasil ini terbukti mampu memberi penghasilan tambahan,” jabarnya.

Kedepan, pihaknya berharap kesuksesan Eco.J menciptakan produk yang mampu memberdayakan masyarakat sekitar ini dapat diadopsi di daerah lain sehingga desa yang berdaya benar-benar memberi manfaat dan mampu lebih banyak memandirikan masyarakatnya sendiri.

“Lebih jauh lagi kita ingin menambah produksi kami, serta kami ingin menambah jenis produk baik untuk fesyen maupun dekorasi seperti bantal guling dan lainnya. Semoga usaha ini bisa lebih banyak memberi manfaat untuk warga sekitar sini,” tandasnya. (Bro)
Advertisement banner

Baca juga:

banner
Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.
Previous
This Is The Oldest Page