Sinergia Live Convention Hadirkan Hair Color Trend 2023 Colorverse Di Candi Prambanan
Sinergia Live Convention Hadirkan Hair Color Trend 2023 Colorverse Di Candi Prambanan

Sinergia Live Convention Hadirkan Hair Color Trend 2023 Colorverse Di Candi Prambanan

banner


SUARAKAN.COM:  Para penata rambut se-Indonesia mengenalkan tren warna rambut tahun depan yang didominasi merah muda atau pink. Warna ini dianggap menghadirkan keberagaman dan semangat kebangkitan dari pandemi Covid-19.

Tren itu dimunculkan lewat acara Sinergia Live Convention: Mega Hair Color Trend 2023; COLORVERSE, yang diikuti 300 pengusaha salon dan pegiat seni tata rambut dari Aceh hingga Papua. Acara berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 5-8 September 2022.

Acara dua tahunan yang sempat vakum di 2018 ini merupakan ajang gagasan PT. Sinergia Beaute Indonesia. Peluncuran koleksi Hair Cut & Color dan Fashion yang diprediksi menjadi tren di tahun depan ini mengambil tempat di Candi Prambanan, Sleman, Selasa (6/9/2022).

CEO PT. Sinergia Beaute, Shierly Nangoy menjelaskan, gelaran yang sebelumnya dikenal sebagai ‘Ilvasto Live Convention’ berganti nama Sinergia Live Convention atau SILCON mulai tahun ini.

Perdana digelar di Yogyakarta, Shierly menjadikan Candi Prambanan sebagai pengingat bahwa bangsa Indonesia telah berjaya di masa lalu. Tempat ini juga dinilai akan memberikan semangat bagi pegiat seni hairdressing. 

"Untuk tren tahun depan, COLORVERSE hadir dengan koleksi tiga warna pink yang mencuri perhatian, yakni Hot Pink, Rose Pink, dan 0.12 Whiter," kata Shierly.

Menurutnya, kehadiran warna pink terinspirasi legenda Roro Jonggrang dan diharapkan meninggalkan jejak sejarah dalam industri kecantikan.
Warna pink juga dikenalkan untuk mengembalikan keragaman warna dunia yang selama pandemi banyak diisi warna-warna minimalis seperti hitam, putih, dan abu-abu.

"Pink kami nilai adalah warna yang mengisyaratkan kebangkitan kita semua menata masa depan usai hantaman pandemi. Saatnya kita bekerja dan berkarya, memberikan kreasi terbaik kita untuk dunia," ujar Shierly.

Di ajang ini pula, hadir tiga ahli dari mancanegara di bidang industri kecantikan rambut untuk berbagi inspirasi tren dan pengetahuan baru. 

Mereka adalah Jean Pierre Strangis Global Hair Artist dari Swiss, Shinichi Takahashi perancang HIKARI Scissors dari Jepang yang juga mumpuni di bidang haircutting, dan Fransesco Vitulli CEO Kaaral dari Italia.

"Warna pink yang akan digunakan berkarakter kuat ke lembut. Bagi saya warna ini menawarkan dua pilihan pasca-pandemi, menderita atau fokus pada masa depan," ungkap Jean Pierre Strangis.

Bagi dia, inovasi tren rambut dengan warna pink layaknya mengarahkan individu untuk menjadi lebih baik dan terus berupaya menjadi seorang yang mampu memecahkan masalah. 

Sementara itu, Putri sulung Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi memandang SILCON sebagai wujud kebangkitan dari pandemi Covid-19. 

Menurutnya, tren event fashion mulai dari skala lokal hingga nasional yang kembali bermunculan belakangan waktu terakhir di berbagai sudut Yogyakarta dipandang kian mempercepat pemulihan sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat penyebaran Virus Corona.

Mangkubumi menuturkan, industri fashion memiliki cakupan luas dan mempunyai banyak turunan. Alias tak sekadar bicara tentang busana, tapi juga hal lain terkait rambut, kosmetik, dan atribut terkait penampilan seseorang lainnya. 

Di mana masing-masing aspek itu bisa dikreasi atau dikemas dalam suatu event untuk dipertunjukkan kepada khalayak.

"Selama pandemi kemarin event-event untuk penyaluran kreativitas dan inovasi dari sektor fashion itu sangat dibatasi, makanya usai pandemi mereda, event event fashion ini kembali bermunculan," kata Mangkubumi jelang rangkaian gelaran SILCON.

Mangkubumi menambahkan, bagi Yogyakarta, gelaran fashion erat kaitannya dengan pariwisata. Banyaknya destinasi menarik bisa menjadi ruang-ruang representatif untuk lebih mengeksplorasi dunia fashion sekaligus mempromosikan objek wisata itu sendiri.

"Fashion bagian penting penggerak wisata, baik saat pandemi atau tidak, orang selalu terikat dengan fashion, saat pandemi orang tetap butuh menata rambut, menata busana," ujar Mangkubumi.

Gelaran fashion, lanjut dia, mampu menggerakkan seseorang dari satu ke daerah lain demi mencari referensi dan pengalaman baru secara langsung. "Jadi pariwisata Yogya digerakkan banyak sektor, termasuk fashion," tutupnya. (Dod)
Advertisement banner

Baca juga:

banner
Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.