SUARAKAN.COM – Kementerian PPN/Bappenas berkomitmen memastikan bahwa penguatan ekosistem Manajemen Talenta Nasional (MTN) berjalan secara inklusif dan memberikan ruang yang sama bagi seluruh anak bangsa, termasuk penyandang disabilitas. Komitmen ini ditegaskan dalam perhelatan “Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus” yang diselenggarakan di Auditorium Concert Hall ISI Yogyakarta pada Rabu (2/9/2026). Melalui ajang ini, Bappenas mendorong perguruan tinggi untuk menjadi garda terdepan dalam menempa dan memfasilitasi potensi talenta difabel agar mampu berprestasi di tingkat dunia.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menjelaskan bahwa sebagai pengarah dan orkestrator MTN, Bappenas bertugas merancang kebijakan yang memastikan keberlanjutan pembinaan talenta dari ranah akademik hingga profesional. Keterlibatan sektor paralimpik dan tokoh-tokoh difabel dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem MTN tidak membatasi ruang gerak siapa pun. Pemerintah bersama perguruan tinggi dan mitra pembangunan terus mengupayakan pembinaan yang terstruktur dan terukur di bidang riset, seni budaya, serta olahraga.
Inklusivitas tersebut tecermin langsung dari hadirnya para pemateri inspiratif seperti atlet para tenis meja Adyos Astan dan Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Ukun Rukaendi. Perjalanan Adyos yang sukses menyumbang medali emas hingga perunggu di ajang ASEAN Para Games dan Asian Para Games menjadi bukti nyata bahwa dengan ekosistem yang tepat, talenta difabel Indonesia mampu mendobrak keterbatasan dan bersaing di panggung internasional. Kehadiran mereka bersanding dengan akademisi dunia seperti Prof. Abdul Rohman dan Prof. Kuwat Triyana makin mempertegas kesetaraan dalam pengembangan kapasitas SDM nasional.
Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas, Didik Darmanto, menegaskan bahwa kolaborasi yang makin erat dengan perguruan tinggi seperti ISI Yogyakarta merupakan kunci utama untuk menjaring talenta beragam tanpa diskriminasi. Bappenas optimistis, ekosistem talenta yang terarah, inklusif, dan berkelanjutan ini akan menjadi fondasi kokoh bagi Indonesia dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing global menuju visi Indonesia Emas 2045.
