SUARAKAN.COM : Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menekankan bahwa kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai identitas bangsa dan instrumen diplomasi semata, melainkan juga memiliki peran yang sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian nasional.
Hal tersebut diungkapkannya dalam perhelatan seminar internasional Indonesia-Pacific Cultural Connect (IPCC) 2026 di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Rabu (15/10/2026).
Dalam paparannya, Fadli memaparkan data bahwa industri budaya dan kreatif Indonesia berhasil menyumbang sekitar Rp1.611 triliun atau 7,28 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada tahun 2024.
Selain kontribusi besar terhadap PDB, sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif juga terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah masif. Tercatat pada tahun 2025, sektor ini menyerap sekitar 27,4 juta orang atau setara dengan 18,7 persen dari total angkatan kerja nasional.
Berangkat dari potensi besar tersebut, Kementerian Kebudayaan mendorong agar jalinan kerja sama antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Pasifik tidak berhenti pada pertunjukan seni saja, tetapi juga merambah pada penguatan jejaring profesional, perluasan akses pasar, serta kolaborasi industri kreatif yang berkelanjutan demi memastikan masyarakat pemilik tradisi turut merasakan manfaat ekonomi secara nyata.
