SUARAKAN.COM : DPRD Kota Yogyakarta bersama Dinas Pariwisata setempat resmi meluncurkan program terobosan baru dengan mengalihkan agenda kunjungan kerja legislator luar daerah ke kampung-kampung wisata.
Kebijakan ini diterapkan untuk menggantikan konsep pertemuan formal di ruang rapat komisi atau sekretariat yang dinilai monoton, sekaligus sebagai langkah taktis menangkap peluang ekonomi bagi masyarakat.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Indaruwanto Eko Cahyono memberikan keterangan resmi terkait inisiasi strategis tersebut saat memantau jalannya program di lapangan pada Selasa, 19 Mei. Indaruwanto menyatakan bahwa "ini adalah inovasi baru yang kami inisiasi bersama Dinas Pariwisata dan Sekretariat DPRD Kota Yogyakarta."
Indaruwanto menjelaskan bahwa program tersebut sengaja dirancang untuk memecah kejenuhan birokrasi sekaligus memberdayakan sektor ekonomi mikro di wilayahnya.
"Tujuannya semata-mata untuk masyarakat, kita hadirkan UMKM, menggali potensi lokal, sekaligus menjadi ajang promosi efektif bagi kampung wisata kita."urainya.
Tingginya intensitas kedatangan instansi politik ke Kota Yogyakarta menjadi latar belakang utama dikeluarkannya kebijakan ini. Indaruwanto membeberkan fakta lapangan mengenai jumlah tamu kedewanan yang masuk setiap harinya yang dinilai memiliki potensi ekonomi sangat besar.
Beliau mengungkapkan bahwa "Kota Yogyakarta ini salah satu tujuan kunker favorit bagi DPRD se-Indonesia, setiap hari pasti ada lebih dari 100 anggota dewan yang datang ke sini."
Melalui sistem baru ini, seluruh tamu yang terdata melalui aplikasi Sekretariat DPRD akan langsung diterjunkan ke lapangan. Pada hari pelaksanaan tersebut, sebanyak 200 legislator dari berbagai daerah diboyong langsung ke kampung wisata guna memicu dampak ekonomi berganda atau multiplier effect bagi para pelaku usaha kecil di akar rumput.
Data resmi yang dihimpun di lapangan menunjukkan lonjakan omset yang signifikan dari skema penerimaan tamu berdurasi singkat ini.
Pada uji coba perdana di Kampung Wisata Mantrijeron, kedatangan sekitar 150 anggota dewan berhasil menghasilkan perputaran uang hingga mencapai Rp 11 juta sekian.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Husni Eko Prabowo mengonfirmasi rincian waktu dari capaian transaksi tersebut. Husni memaparkan bahwa nilai penjualan itu diraup "hanya dalam waktu empat jam saja, dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang saat penerimaan tamu."
Catatan positif ini terus berlanjut di beberapa titik lokasi lainnya. Di Kampung Wisata Sosromenduran, perputaran uang tercatat menyentuh angka Rp 5,6 juta meskipun jumlah kunjungan lebih sedikit yakni sekitar 100 orang.
Sementara itu, aktivitas perdagangan UMKM di Kampung Wisata Purbayan pada pekan lalu sukses menembus nominal Rp 7,5 juta.
Pada pelaksanaan tanggal 19 Mei, Kampung Wisata Rejowinangun mencatat transaksi komoditas kuliner dan kerajinan jamu khas dalam jumlah besar. Berdasarkan evaluasi Dinas Pariwisata, rata-rata nilai transaksi di setiap kampung wisata kini konsisten berada di kisaran Rp 10 juta per empat jam kunjungan kerja.
Meskipun persiapan teknis di tingkat wilayah terbilang sangat mepet, antusiasme warga dalam menyiapkan produk dinilai menjadi faktor utama kesuksesan program. Indaruwanto menambahkan bahwa "persiapan kami kadang hanya satu hari, tapi UMKM-nya luar biasa antusias."
Saat ini program uji coba bergiliran baru menyasar empat kampung wisata. Kendati demikian, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mencatat total ada 45 kampung wisata yang saat ini sedang dikurasi kelayakannya untuk menerima limpahan tamu kedewanan pada gelombang berikutnya.
Pemerintah Kota dan DPRD Kota Yogyakarta menegaskan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun sektor pariwisata yang berbasis kemasyarakatan. Husni mengakhiri keterangannya dengan menekankan target jangka panjang pascakunjungan para legislator tersebut. Husni berharap bahwa "setelah mereka pulang ke daerah masing-masing, minimal mereka tahu kalau di Yogyakarta itu ada kampung-kampung wisata yang menarik, suatu saat nanti mereka pasti akan kembali lagi ke sini membawa keluarga untuk berwisata."
