SUARAKAN.COM : Rangkaian persiapan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 resmi dimulai dengan suguhan tradisi simbolis TasakuRUN di Lapangan Beran, Pemda Kabupaten Sleman, Selasa (8/9/2026) sore. Aksi mengarak ubarampe ini menjadi penanda dibukanya perhelatan kebudayaan tahunan yang mengusung tema besar Bahasa dan tajuk Aksara, yang akan berlangsung pada 13 hingga 19 September 2026 mendatang.
Dalam prosesi tersebut, figur FJ Kunting menyerahkan lima ubarampe kepada Kepala Dinas Kebudayaan DIY sebagai representasi semangat kolaborasi lima kabupaten dan kota se-DIY. Ubarampe itu kemudian diarak mengelilingi lapangan melalui kegiatan jogging bersama (TasakuRUN) yang melibatkan para seniman, panitia, insan media, hingga warga lokal, sebelum diakhiri dengan doa bersama, penancapan bambu pertama, dan pemotongan tumpeng.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyampaikan bahwa penyelenggaraan di Sleman—setelah tahun lalu digelar di Gunungkidul—merupakan kelanjutan pentalogi tema FKY yang konsisten bergulir sejak 2023. Urutan pentalogi tersebut dimulai dari Pangan (2023), Benda (2024), Adat Istiadat (2025), Bahasa (2026), hingga Ritual pada 2027.
“Di tahun 2026, dengan tema bahasa, bertajuk Aksara, bahwa FKY menjadi titik temu antara obyek kebudayaan, pelaku, masyarakat pemilik budaya, semua produk-produk kebudayaan, gagasan, praktek maupun menjadi karya,” terang Dian dalam jumpa pers di Gedung Unit 1 Pemda Sleman.
Dian menekankan bahwa momentum simbolis pembukaan rangkaian ini menegaskan posisi FKY sebagai ajang milik bersama seluruh elemen warga Yogyakarta, bukan sebatas panggung apresiasi seniman semata.
“Jadi yang berfestival adalah ekosistemnya kebudayaan, bukan hanya pelaku seni, tidak hanya obyek kebudayaan, tapi masyarakat selaku pemilik kebudayaan menjadi bagian dari FKY,” tegas Dian.
Di sisi lain, panitia penyelenggara FKY 2026, Paksi Raras Alit, menjelaskan bahwa tajuk Aksara dihadirkan sebagai medium penjelajah ingatan kolektif masyarakat. Kolaborasi antarwilayah ini nantinya diwujudkan melalui atraksi seni dan keterlibatan komunitas di lapangan setiap harinya.
“Setiap hari, pengunjung akan menyaksikan karya baru yang dibuat oleh seniman dan berkolaborasi langsung dengan komunitas masyarakat,” kata Paksi Raras Alit.
Semangat kebersamaan yang diawali dari TasakuRUN ini akan terus bergulir selama seminggu penuh melalui Pawai Budaya, Panggung Budaya, Pameran Seni Terapan (Applied Art), hingga tiga format pasar (Pasar Pangkon, Pasar Tematik, dan Pasar Wigyan). Acara juga bakal diramaikan Kompetisi Bahasa dan Sastra (BASAS) serta panggung musik dari berbagai pengisi acara seperti Kunto Aji, Yogyakarta Royal Choir, Pendhoza, CSGK Manthous feat Dhimas Tedjo, Ngatmombilung, hingga Jahanam.
